“Untuk peningkatan SDM maupun pengelolaan pengembangan dan pemanfaatan potensi SDA dibutuhkan perhatian pemerintah pusat serta anggaran daerah yang memadai. Secara teknis kita meletakkan dasar pondasi untuk mendukung itu semua, yakni melalui tiga mega proyek unggulan Pembangunan Infrasturktur Daerah yakni Pembangunan Jalan Kendari-Toronipa, Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Bertaraf Internasional, serta Perpustakaan Modern Sultra Bertaraf Internasional. Pada tiga mega proyek ini, terselubung upaya Pelayanan Kesehatan, Peningkatan Pendapatan Daerah, hingga berujung pada Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Lokal,” lanjut Ali Mazi menguraikan.
Pada sesi wawancara People of the Year 2021, nominasi Gubernur Terbaik Kategori Best Governor for Empowerment and Education, Ali Mazi juga menjelaskan tentang inovasi dalam bidang pendidikan yang dihasilkan selama setahun terakhir di Sultra pada masa COVID-19 tahun 2020, yang berupa Program Sultra Cerdas berbentuk kegiatan fisik.
Sejumlah kegiatan fisik tersebut, di antaranya membangun infrastruktur pendidikan berupa sekolah baru SMA dan SMK Maritim, Penambahan Ruang Kegiatan Belajar, Laboratorium Beserta Sarana dan Prasarana Pendukung, Gedung Perpustakaan Modern Sultra Bertaraf Internasional setinggi 7 lantai, yang bertujuan edukasi dan rekreasi.
Ali Mazi menyiapkan sarana pendukung pendirian Institut Teknologi Kelautan Buton (ITK-Buton), dukungan penuh atas rencana pendirian Politeknik Industri di Morosi, Kabupaten Konawe, dan hibah lahan Kepada BLK Kendari seluas 4,584 hektare, untuk pendirian Balai Besar Pelatihan Vokasi Internasional Sultra.
“Adapun Sultra Cerdas non-Fisik, di antaranya bantuan untuk siswa SMA, SMK, dan SLB yang tidak mampu sebesar Rp 1 juta per siswa. Kemudian beasiswa pendidikan bagi siswa, mahasiswa Diploma, S1, S2, S3, dan Profesi Guru. Diberikan insentif untuk Guru Tidak Tetap Bukan Pegawai Negeri Sipil (GTTBPNS) Rp 400.000 per orang setiap bulannya. Terdapat juga bantuan kepada operator sekolah senilai Rp 800.000 per orang,” ungkap Ali Mazi.
