Alip tetaplah Alip yang sama. Ia tak kelilipan keviralannya. Tetap saja, video-video yang diunggahnya di YouTube mengenakan kaos oblong sederhana dengan background tembok putih. Tersedia pula rokok dan segelas kopi.
Selain itu, sehari-hari pria ini masih bekerja sebagai sopir forklift di daerah Cakung, Jakarta Timur. Pekerjaan itu sama sekali tak berhubungan dengan kemahirannya bermain gitar bergaya fingerstyle.
Sebelum berkecimpung dalam dunia YouTube, Alif pernah bergabung dengan band Qasidah pada 2010. Ia kerap memainkan lagu-lagu religi Islam.
Pria yang kini mendapatkan Gold Button, menekuni YouTube berawal dari iseng-iseng. Di tahun 2018, sehabis kerja ia biasa merekam aksi bermain gitarnya dengan ponsel di kontrakannya.
Baca Juga: Armand Hartono: Putra Mahkota Djarum yang Memilih Hidup Sederhana di Tengah Gelimang Harta
