Tapi setelah lulus kuliah ia sempat melamar beberapa pekerjaan. Awalnya ada rencana kerja 2-3 tahun, tapi akhirnya memilih bertani. Ia pun kukuh dengan keputusannya untuk menjadi seorang petani.
Alasannya bertani karena ia sangat khawatir adanya krisis iklim sekarang ini. Selain itu ia menyukai dunia pertanian sejak sekolah di SMA. Awalnya ia sempat bingung bagaimana untuk memulai menjadi seorang petani. Meski tidak memiliki ilmu tentang pertanian, perlahan dengan pasti ia mempelajarinya.
Ia sempat pinjam uang dari orangtuanya untuk modal beli benih, pupuk, dan alat spryer ketika mengawali menjadi petani pada Maret 2020. Waktu itu ia belum memiliki lahan sendiri.
Dengan bertani ia belajar tentang banyak hal. Satu di antaranya adalah belajar pentingnya sabar dan tekun.
Petani muda di desanya yang sedang menggarap lahan ditemuinya untuk menimba ilmu. Dan ia lantas diajak untuk menggarap lahan kosong seluas 450 meter. Akhirnya ia menanam sayur bayam dan kangkung.
