Ridwan yang juga menjabat Manager Marketing di PTM Syariah Group menyebutkan bahwa ide awal bisnisnya muncul ketika melihat minat yang semakin meningkat terhadap wisata berbasis alam dan kegiatan agrikultur.

Bagi masyarakat perkotaan, kegiatan pertanian sering kali terasa jauh dari jangkauan, namun dengan model kavling kebun produktif dan wisata ini, ia mampu menghadirkan pengalaman unik yang menggabungkan relaksasi, edukasi, dan potensi produktif.

Tantangan terbesar yang dihadapi Ridwan saat memulai bisnis ini adalah bagaimana mengintegrasikan dua sektor yang berbeda—agrikultur dan pariwisata—dengan cara yang efektif.

Baca Juga: Warga Baubau Dibekali Keterampilan Digital untuk Majukan Pariwisata

Di satu sisi, ia harus memastikan operasional kebun produktif berjalan dengan baik, sementara di sisi lain, tuntutan wisatawan yang menginginkan pengalaman berwisata yang memuaskan juga harus dipenuhi. Hal ini memerlukan perencanaan yang sangat matang dan koordinasi yang ketat antara kedua sektor.