Terdapat dua amalan puasa sunnah dalam bulan Muharram. Pertama adalah puasa tasua, yang merupakan puasa sebelum 10 Muharram.

Dalam riwayat dijelaskan, di akhir hayatnya Rasulullah pernah berkeinginan jika Ia masih hidup di tahun depan maka ia akan berpuasa pada 9 dan 10 Muharrram.

Baca juga: Masjid Keraton Liya, Pusat Penyebaran Islam di Wakatobi

Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, dia berkata:

“Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa di hari ‘Asyura’ dan memerintahkan manusia untuk berpuasa, para sahabat pun berkata, ‘Ya Rasulullah! Sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, ‘Apabila tahun depan -insya Allah- kita akan berpuasa dengan tanggal 9 (Muharram).”