JAKARTA, TELISIK.ID - Air liur kerap digunakan sebagai pelumas saat berhubungan seksual, tetapi kebiasaan tersebut dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi pasangan.

Pada kondisi normal, vagina menghasilkan cairan alami yang membantu mengurangi gesekan ketika penetrasi. Namun, produksi cairan tersebut dapat menurun pada kondisi tertentu sehingga menyebabkan vagina kering dan hubungan seksual terasa nyeri.

Pelumas khusus tersedia dalam beberapa jenis, termasuk berbahan dasar air, silikon, dan minyak. Air liur terkadang dipilih karena mudah diperoleh, tetapi karakteristiknya berbeda dari produk yang memang dirancang sebagai pelumas seksual.

Penggunaan air liur sebagai pelumas sebaiknya dihindari karena cairan tersebut lebih cepat mengering dan tidak memberikan pelumasan yang optimal. Kondisi itu dapat meningkatkan gesekan serta menyebabkan rasa tidak nyaman ketika berhubungan seksual.

Risiko Penularan Penyakit Menular Seksual