Karena ketakutan, Erna pun berlari pulang ke rumah dan menemui kepala dusun setempat. Selanjutnya dia menyerahkan handphone itu. Selanjutnya alat komunikasi itu dikembalikan kepala dusun kepada centeng itu.
"Setelah kejadian itu, tiba-tiba saya mendapat panggilan dari Polsek Firdaus saya terkejut, karena gara-gara handphone itu saya dilaporkan. Padahal, sepeda motor saya dibawa centeng itu. Padahal, saya hanya meleles ubi untuk beli beras," tambahnya.
Wanita ini berharap pertolongan kepada pemerintah yang mengerti hukum, dia juga meminta bantuan Presiden, Kapolri, Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Serdang Bedagai.
Baca Juga: Video: Geng Motor di Kota Medan Meresahkan, Mahasiswa Dukung Polda Tindak Tegas
"Tolong saya dibantu, saya harap kepada Bapak Presiden RI, sama Bapak Kapolri, sama Bapak Kapolda Sumatera Utara, Bapak Kapolres Serdang Bedagai, tolong bantu saya pak. Saya mau bilang apa, tolong tegakkan hukum karena saya tidak mencuri handphone itu. Karena emosi saya mengambil handphone itu dari tangannya, tolong kami pak, kami tidak mengerti tentang hukum," harapnya.
