Orias merinci di PT Aneka Tambang (Antam), cadangan nikel yang ada sebesar 736,7 ribu ton di tambang Kolaka.

Sedangkan di Tambang Maluku Utara ada 2,7 juta ton. Kemudian di tambang GAG ada 768,8 ribu ton.

Sementara di Konawe Utara ada 276,6 ribu ton, di Pomalaa milik Vale ada cadangan sebesar 2,8 juta ton serta di Sorowako ada 1,8 juta ton.

Melihat potensi ini, Jokowi mempunyai ambisi besar di sektor pertambangan, bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diinginkan dapat menjajaki kerja sama dengan perusahaan multinasional untuk mengembangkan industri nikel dalam negeri.

"Ke depan kita ingin kerjasama-kerjasama BUMN (di bidang nikel) dengan swasta, BUMN dengan perusahaan multinasional," kata Presiden Joko Widodo, saat memberikan sambutan di HUT ke-48 PDI-P, disiarkan secara virtual, Minggu (10/1/2020).