KENDARI, TELISIK.ID - Managemen PDAM Tirta Anoa Kendari berencana mengurangi pegawainya agar dapat menekan pengeluaran keuangan.
Tak tanggung-tanggung, pegawai yang bakal kena pecat nantinya direncanakan mencapai 100-an orang dari jumlah 329 pegawai saat ini.
Dirut PDAM Tirta Anoa Kendari, Damin menerangkan, dengan biaya pengeluaran yang besar untuk pegawai diakuinya menghambat biaya perbaikan alat yang rusak seperti pompa air.
"Kalau pelayanan tidak mempengaruhi, tapi keuangan PDAM yang dipengaruhi. Karena kalau pompa rusak, kita cicil-cicil untuk memperbaiki, apa lagi seperti pandemi COVID-19 sekarang ini," beber Damin saat ditemui di Kantor DPRD Kendari baru-baru ini.
Atas ambisi pemecatan tersebut, pihaknya telah memprogramkan pengurangan pengawai PDAM sebanyak 100 orang yang diklaim nantinya pembiayaan akan berjalan normal.
