Tidak hanya sebatas itu, kesepakatan besar lain yang juga tercatat adalah dengan Australia untuk memasok K9.
Rupanya berbagai kesepakatan ini membuahkan hasil. Peneliti Peter Lee dan Tom Corben dari Pusat Studi Amerika Serikat di Universitas Sydney menyebut, penjualan tank dan pesawat tempur ke Polandia dan Australia mendorong Seoul ke liga pertahanan utama.
Di jurnal daring War on the Rocks, mereka menyebut liga ini sebagai K-arsenal.
Peneliti menyebut bahwa perangkat keras militer Seoul memberikan alternatif lebih murah tetapi sangat mumpuni untuk sistem senjata Washington.
Selain itu, Presiden Yoon mengatakan, pesawat tempur supersonik buatan lokal diharapkan dapat memberikan 'booster' sekitar US$18,3 miliar untuk industri senjata setempat. Pesawat telah sukses melakukan uji coba terbang pertama pada Juli lalu.
