Selama masa gencatan senjata dua bulan antara Israel dan Hamas di Gaza, kelompok Houthi sempat menghentikan serangan mereka terhadap jalur pelayaran internasional. Namun, mereka menyatakan akan melanjutkan aksi tersebut setelah serangan Israel ke Gaza kembali terjadi bulan lalu.

Pada bulan Maret lalu, serangan udara Amerika selama dua hari berturut-turut di wilayah Yaman juga telah menewaskan lebih dari 50 orang. Jumlah korban terus meningkat sejak serangan-serangan ini menjadi lebih intensif awal tahun ini.

Baca Juga: Amerika Habiskan Rp 812 Miliar Suplai Kondom ke Jalur Gaza

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang kembali menjabat sejak Januari 2025, menginstruksikan operasi militer skala besar terhadap Houthi dan memperkuat kehadiran militer Amerika di kawasan Timur Tengah. Operasi ini menjadi salah satu intervensi militer terbesar AS di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain, ketegangan juga meningkat setelah citra satelit mengungkapkan pengerahan kapal induk milik Amerika Serikat ke perairan dekat Yaman. Laporan ini memperkuat dugaan bahwa serangan terhadap infrastruktur milik Houthi akan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.