Bantuan kemanusiaan mulai kembali mengalir melalui Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang mendapat dukungan dari Amerika dan Israel.

Meski demikian, distribusi bantuan ini sempat menuai kontroversi setelah terjadi insiden penembakan di lokasi pembagian makanan.

Badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, menyebut lokasi pembagian bantuan sebagai “jebakan maut”, namun pihak penyelenggara membantah tuduhan tersebut. Presiden Trump menyatakan bahwa sistem distribusi bantuan saat ini “berfungsi cukup baik.”

Dengan dimulainya kembali proyek reaktor nuklir di dalam negeri, dan keterlibatan aktif dalam diplomasi Timur Tengah, kebijakan energi dan politik luar negeri Amerika Serikat tampak bergerak dalam dua arah yang saling bersilangan. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani