Sekitar 99 persen kasus cacar monyet di AS menginfeksi laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (homoseksual). Mereka pun menjadi target kelompok prioritas yang divaksinasi.
Baca Juga: Penduduk Negara Ini Susah Kaya Walau Bergaji Rp 100 Juta Per Bulan
AS sejauh ini telah mengirimkan sekitar 600 ribu vaksin JYNNEOS untuk mencegah cacar monyet. Namun, angka tersebut masih tergolong rendah jika dibanding jumlah orang yang dinilai berisiko tinggi dan paling membutuhkan vaksin.
Sementara itu, komisaris Administrasi Makanan dan Obat-Obatan AS, Robert Califf, mengatakan pihaknya tengah mempertimbangkan langkah yang memungkinkan dokter mengelola lima dosis vaksin berdasarkan satu dosis botol yang ada.
Vaksin saat ini diberikan dengan cara disuntik di bagian subkutan atau lapisan kulit yang berada di bawah dermis. Sementara pendekatan terbaru memungkinkan inokulasi dilakukan secara intradermal atau menyuntik ke dalam dermis.
