Ia juga merasa kebingungan, mengapa teman-temannya bisa seperti itu. Hal tersebut dirasakan juga oleh masyarakat sekitar. Bahwa anak-anak sudah tidak ada lagi yang bermain Mepido.

“Iya, sudah bedami dulu dengan sekarang. Sekarang nda adami yang mainkan, main HP saja yang dorang bikin,” ujar salah seorang warga, Riya, sembari menambahkan, penyebabnya adalah perkembangan teknologi, handphone.

Menurutnya, penyebabnya selain karena perkembangan teknologi, juga karena kurangnya hasil panen jambu mete, mengingat permainan ini dimainkan usai panen jambu mete, dan menggunakan biji jambu.

Seorang guru SMP, Yuyun, menjelaskan bahwa menurutnya, faktor penyebabnya adalah perkembangan zaman dan lingkungan sosial.

“Tidak ada perkenalan dari yang tua-tua ke anak-anak. Kalau kemarin-kemarin kan kita biasa melihat dari yang tua-tua mainkan permainan itu, akhirnya kita ikut-ikutan. Sekarang kebanyakan kita lebih memilih main handphone,” ujarnya, Minggu (17/12/2023).