Ia juga menambahkan bahwa akses terhadap dukungan usaha dan pelatihan masih sangat minim di kalangan pemuda. Menurutnya, pemerintah daerah bersama komunitas harus membuka lebih banyak ruang pengembangan diri bagi generasi muda.

“Bukan salah mereka sepenuhnya. Kadang karena lingkungan, kadang karena memang tidak tahu harus mulai dari mana,” tambah Karmila.

Fenomena ini tak hanya menjadi perhatian komunitas masyarakat, namun juga ditanggapi serius oleh pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Dalam sebuah rapat koordinasi lintas sektor, Dispora menyampaikan rencana penyediaan beberapa program alternatif sebagai solusi jangka panjang.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kendari (Kadispora), Ridha Wahyuni Nappu, menyebut pihaknya sedang menyusun pelatihan dan pendampingan kewirausahaan untuk para pemuda yang berisiko terjerumus dalam praktik-praktik tersebut.

Baca Juga: 7.600 Ekor Hewan Kurban Disiapkan Hari Raya Idul Adha di Sultra, Terbanyak Populasi Daerah Ini