Pernyataan tersebut menekankan bahwa penentuan awardee sepenuhnya berbasis merit dan kompetensi, bukan faktor nonakademik. Ia kembali mengingatkan prinsip inklusivitas dalam program beasiswa negara.
"Ini harus inklusif, inklusif untuk seluruh anak Indonesia. Karena kita cari adalah top talent kita," tuturnya. Menurut dia, pendidikan tinggi harus dapat diakses talenta terbaik dari berbagai daerah dan kondisi sosial ekonomi.
Baca Juga: Beasiswa LPDP Batch 1 2026 Resmi Dibuka, Berikut Syarat Lengkap dan Alur Terbarunya
Isu mengenai anak pejabat sebagai penerima beasiswa sebelumnya menjadi perhatian publik di media sosial. Warganet menyoroti salah satu awardee yang merupakan putri dari Anies Baswedan. Nama tersebut muncul dalam daftar penerima beasiswa LPDP untuk studi luar negeri.
Data yang beredar menunjukkan Mutiara Anissa berangkat ke Amerika Serikat pada Juli 2025 untuk melanjutkan studi magister di Harvard University. Informasi itu memunculkan diskusi publik mengenai transparansi dan pemerataan akses program beasiswa pemerintah.
