Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan S1, kemudian melanjutkan ke jenjang S2 di Prodi yang sama.
Baca juga: Warga Konawe Utara Tangkap Buaya Berukuran Besar
Tukiyat, sang ayah, sempat merasa takdir Sawitri memang tidak berkuliah setelah pada 2011 gagal masuk UGM melalui jalur undangan. Namun, Sawitri diterima di Fakultas Kehutanan UGM Prodi Silvikultur melalui jalur SNMPTN. Sawitri pun mendapat beasiswa Bidikmisi.
Tukiyat mulai bekerja sebagai penjaga hutan Wanagama pada tahun 1987 dengan upah Rp 14 ribu per bulan dan 10 kg beras. Ia baru diangkat menjadi PNS pada tahun 2008.
Berkuliah di Fakultas Kehutanan memang obsesi Sawitri. Karena sedari kecil sudah terbiasa ikut dosen atau mahasiswa yang praktik di Wanagama. Sawitri kecil menyimak ketika orang-orang yang ahli di bidangnya itu berbicara. Tak heran, nama-nama tumbuhan termasuk nama latinnya, sudah Sawitri hafal sedari kecil.
