Bila mengingat saat masih sekolah SD hingga SMP, Sawitri selalu berjalan kaki lebih dari 1 kilometer agar bisa sampai ke sekolah. Sekolah TK Banaran 6 mencapai 1,5 kilometer dari rumah. Hal itupun berlanjut hingga Sawitri menempuh pendidikan di SD 3 Banaran, SMP 4 Playen dan SMA 1 Wonosari "Saya jalan kaki sendiri dan tidak pernah diantar orangtua," kata Sawitri yang akrab disapa Fitri.
Dihubungi secara terpisah, Sawitri yang sedang berada negeri Sakura, mengatakan, ia mengambil kuliah program doktor di Universitas Tsubuka Prodi Biosphere Resource Science and Technologi untuk menekuni kajian genetika hutan.
Baca juga: Iuran Tapera Jadi Beban Baru bagi Pekerja di Tengah Pandemi
Sawitri mengaku bersyukur bisa kuliah hingga S3. Meski selama di Jepang ia menghadapi kendala dalam kuliahnya karena ia menekuni bidang teknologi molekuler yang masih awam baginya.
Namun dengan bekerja keras untuk melewati tantangan tersebut, akhirnya ia pun bisa menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
