Yupita mengungkapkan, keinginan untuk menghafal Al-Qur'an, dimulai sejak ia terpukau melihat seseorang mampu melafalkan Al-Qur’an secara fasih.
"Lihat orang bisa hafal Al-Qur'an, jadi termotivasi ingin juga seperti mereka dan adem begitu liatnya," kata Yupita.
Yupita mengaku, sebelum melanjutkan pendidikan di IAIN Kendari, ia sempat menganggur selama setahun akibat tidak ada biaya untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
"Ayah dan ibu saya seorang petani, saat itu saya sudah diberi tahu ibu saya kalau untuk kuliah mungkin beliau agak berat untuk kuliah kan saya karena terkendala biaya, tapi saya sangat gigih agar bisa kuliah," tuturnya.
Baca Juga: Mau Ujian Skripsi Tatap Muka, Mahasiswa Wajib Vaksin
