Menurutnya, jumlah peserta didik tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam kajian pelaksanaan MBG di luar negeri. Kehadiran program di lingkungan sekolah Indonesia juga dinilai dapat memperluas jangkauan layanan pemenuhan gizi bagi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri.

Dadan mengaku terkesan dengan antusiasme siswa dan tenaga pendidik saat menyambut kedatangannya. Meskipun kunjungan dilakukan ketika sekolah sedang libur, ratusan orang tetap hadir untuk berdialog dan mengikuti kegiatan yang berlangsung.

"Meski tadi libur, mereka antusias menanti kedatangan saya. Ada kurang lebih 100 orang dengan 56 guru yang menyambut saya," katanya.

Hasil peninjauan tersebut akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan terkait perluasan program MBG ke luar negeri.

"Kami datang untuk melihat dan kami akan laporkan ke Presiden apakah dimungkinkan kami membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sekolah Indonesia Jeddah," ujar Dadan.