Ia menjelaskan, mekanisme pelaksanaan MBG di Arab Saudi nantinya tidak jauh berbeda dengan yang diterapkan di Indonesia. Program tetap akan dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan menggandeng mitra yang memenuhi ketentuan.

"Mekanismenya sama dengan di Tanah Air, kita akan gandeng mitra untuk SPPG," katanya.

Baca Juga: Heboh Kebutuhan 19 Ribu Sapi di Program MBG, Begini Reaksi Bos BGN

Meski demikian, pelaksanaan MBG di luar negeri memerlukan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dadan menambahkan, menu makanan yang nantinya disajikan kepada siswa akan disesuaikan dengan ketersediaan bahan pangan di Arab Saudi. Pilihan menu dapat memadukan makanan khas Indonesia dengan bahan baku lokal yang mudah diperoleh.