1) Pada banyak belahan di bumi Indonesia yang cenderung patriarkart dan masih mengedepankan hal-hal bersifat emosional (dalam contoh lain: betapa sulitnya mengajak masyarakat konsisten bermasker untuk kepentingan keselamatan diri sendiri di masa Covid-19), dan 2) berkomunikasi hendaklah efektif dan komunikatif serta menjalankan sosialisasi yang tidak elitis, jauh dari jargonistis cenderung “iklanism” menjebak atau malah mengajak masuk ke dalam sikap yang multiinterpretatif.  

Mengitung jarak antara saat diluncurkannya SP2HPOnline dan Hotline110 dengan “Peristiwa Mapolsek Candipuro” (PMC) atau jika ada yang sejenisnya di Tanah Air, tidak bisa dijadikan alasan bahwa keduanya baru saja diluncurkan, sehingga belum tersosialisasi dengan baik.

Keduanya bukan segala-galanya. Keduanya alat bantu yang harus ditempatkan pada proporsi masing-masing. Keduanya tidak tepat untuk dikatakan sebagai segala-galanya yang dapat menuntaskan jawaban dari segala segi tinjauan. Sebab, sebelum SP2HPOnline dan Hotline110 digulir, hubungan langsung antarmanusia yang terbina sejak lama hingga kini, sudah lebih dahulu dapat terselenggara.

Penyelenggaraan keduanya dapat ditangkap dari keberadaan dan pelembagaan fungsi Humas (hubungan masyarakat) Binmas (bimbingan masyarakat termasuk Bhabinkamtibmas) dalam tubuh Polri.

Kebinmasan dan kehumasan sudah seharusnya tidak cuma bergantung pada fungsi Binmas dan Humas, tapi inklusif dalam kapasitas  pelembagaan fungsi-fungsi dalam tubuh Polri serta para pelakunya.