"Ada apa denganmu, tidak ada orang yang bangun kecuali engkau?" Jawabnya: "Ya Rasulullah, ketika saya mendengar sabdamu, saya segera pergi ke rumah makcikku yang memutuskan hubungan dengan aku, lalu dia bertanya: "Mengapa kau datang, ganjil sekali kedatanganmu ini?" Maka saya beritahukan apa yang saya dengar dari engkau, maka ia membaca istighfar untukku dan aku juga membaca istighfar untuknya."
Nabi SAW bersabda: "Bagus, duduklah sekarang karena rahmat Allah tidak akan turun pada suatu kaum jika ada di antara mereka yang memutuskan hubungan kekeluargaan."
Imam Abu Laits berkata: "Hadis ini menjadi dalil bahwa memutuskan silaturahmi adalah dosa besar, sebab dapat menolak rahmat baginya dan bagi orang-orang yang duduk bersamanya."
Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada perbuatan baik yang lebih cepat pahalanya daripada menghubungi keluarga dan tidak ada dosa yang layak disegerakan balasannya di dunia di samping mendapat siksa di akhirat seperti memutuskan hubungan kekeluargaan dan berlaku zalim aniaya."
Sementara itu, Imam Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Amr bin Al'-Aash berkata: "Seorang datang kepada Baginda Nabi: "Ya Rasulullah, saya mempunyai keluarga yang saya hubungi tetapi mereka memutuskan hubungan kepadaku. Saya baik kepada mereka tetapi mereka zalim padaku dan saya membantu mereka dan mereka berbuat jahat padaku, apakah boleh saya membalas perbuatan mereka dengan perbuatan yang sama?"
