Penurunan pertumbuhan ekonomi, terjadi pada seluruh komponen PDB. Konsumsi rumah tangga, misalnya, mengalami kontraksi sebesar 5,51 persen. Sementara, sektor investasi mencatat kontraksi 8,61 persen.

Baca juga: Wapres Dorong Implementasi Ekonomi Syariah yang Sejalan Kelestarian Alam

Terkait bahaya resesi ekonomi yang dikhawatirkan banyak pihak, Eddy menerangkan jika menggunakan definisi resesi sebagai defisit perekonomian selama 2 kuartal berturut-turut, maka Indonesia memang belum mengalami resesi.

Indonesia sendiri belum memiliki indeks seperti halnya The Chicago Fed National Activity Index di Amerika Serikat yang dirancang untuk mengukur aktivitas ekonomi secara umum. "Sehingga standar yang digunakan masih berupa defisit angka pertumbuhan ekonomi," paparnya.

Namun, jika resesi dipahami sebagai penurunan aktivitas ekonomi secara umum, maka Indonesia sebenarnya bisa disebut sudah memasuki resesi.