Andriawan mengungkapkan kebanggaannya menjadi satu-satunya petarung asal Kabupaten Wakatobi yang berhasil tampil pada event kejuaraan tanding beladiri One Pride MMA tersebut.

Baca juga: Usai Dilantik, Netizen Minta Sandiaga Uno Turunkan Harga Tiket Pesawat

“Saya sangat bangga, menjadi salah satu putra asal Sultra khususnya Wakatobi bisa masuk di Event MMA sebesar One Pride ini,” ungkapnya.

Pria yang lahir 24 tahun silam itu, awalnya belajar beladiri pada salah satu sasana di Kota Jakarta bernama Tigershark Fighting Academy dengan basic beladiri Yusikaindo.

“Disitu awal saya belajar beladiri, sampai bisa berada dititik saat ini dengan tetap membawa nama asal daerahku Wakatobi, Sultra,” bebernya