"Era paperless sudah lebih dari 10 tahun. Jadi kalau ada yang masih mengeluh soal ATK, berarti belum beradaptasi dengan digitalisasi," tegasnya.
Meski ada persepsi negatif dari sebagian pihak terkait efisiensi anggaran, Bappeda menilai keluhan tersebut muncul dari kebiasaan lama yang belum ditinggalkan.
"Sebenarnya, ini soal kebiasaan saja. Kalau dulu terbiasa sering dinas luar karena ada uang harian, sekarang frekuensinya dikurangi. Tapi bukan berarti kinerjanya terganggu," ucap Robert.
Dana hasil efisiensi disebut telah dialihkan ke sektor yang lebih substansial, seperti infrastruktur. Salah satunya untuk peningkatan kualitas jalan di berbagai titik di Sultra.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Tak Halangi Kinerja Bappeda Sultra Layani Masyarakat Lebih Optimal
