Tujuan bunga tersebut, kata Ibnu, untuk mahasiswa mengkritik matinya demokrasi yang tidak mendengarkan aspirasi masyarakat terkait penolakan UU Cipta Kerja yang telah disahkan pemerintah pusat melalui DPR RI.
Baca juga: Psikotes CASN Diminta Batalkan, Ini Jawaban Kepala BKPSDM Muna
"Kami datang di sini berbelasungkawa karena matinya demokrasi di Indonesia. Salah satunya karena tidak mendengar aspirasi rakyat yang menolak UU Cipta Kerja," ujarnya.
Kemudian, mahasiswa juga menaburkan bunga di depan DPRD Sumut sebagai simbol kedatangan mereka untuk berziarah ke gedung dewan.
Mereka membawa sejumlah alat peraga demonstrasi seperti spanduk, bendera. Sanduk sendiri tertulis "RIP DEMOKRASI" dengan meletakkan di kawat barier yang merupakan pembatasan aksi demo di DPRD Sumut.
