Dia mengatakan, pihaknya menolak laptop yang harganya cukup mahal itu, karena sebelumnya yang disepakati adalah ipad bukan laptop. Dan dirinya ikut membahas dalam rapat Banggar.

"Dulunya itu yang diusulkan adalah ipad bukan laptop. Saya sendiri anggota Banggar saat itu. Dan saya ikut juga saat dibahas pengadaan fasilitas anggota dewan," pungkas politisi NasDem itu.

Sebelumnya, seratus Anggota DPRD Sumatera Utara menerima fasilitas berupa komputer jinjing atau laptop di tengah kesulitan ekonomi masyarakat akibat pandemi COVID -19.

Sebenarnya laptop dibagikan kepada anggota dewan pada tanggal 6 Januari lalu. Namun saat itu Pdt Berkat Kurniawan Laoli sedang kunjungan kerja di Kepulauan Nias, sehingga baru diserahkan hari ini, namun dia menolak menerima laptop itu. (B)

Reporter: Ones Lawolo