Jaelani menekankan bahwa jika kerusakan hutan di sekitar Sungai Jompi terus dibiarkan, maka dampaknya akan sangat buruk bagi kehidupan masyarakat. Mengingat pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat, kebutuhan air bersih di masa depan akan semakin sulit dipenuhi.
“Jika hutan terus rusak, kita khawatirkan masyarakat akan kesulitan mendapatkan air bersih. Maka, kita harus bertindak sekarang juga untuk menjaga keberlanjutan Sungai Jompi dan hutan di sekitarnya,” tandas Jaelani.
Sementara itu, tokoh masyarakat Jompi, Ali Badin Fiihi, menyambut baik langkah Jaelani. Ia mengatakan bahwa kondisi kritis Sungai Jompi memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat.
Ali berharap kenaikan status hutan Jompi menjadi kawasan konservasi dapat mengurangi kerusakan hutan dan memperbaiki kualitas air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Bachrun Labuta Komitmen Majukan Perguruan Tinggi di Kabupaten Muna
