“Penting bagi kita semua untuk menyelamatkan mata air Jompi ini agar generasi mendatang bisa merasakan manfaatnya,” kata Ali.
Tokoh masyarakat lainnya, Nur Kadas, juga mendukung rencana tersebut. Ia membenarkan bahwa Sungai Jompi merupakan satu-satunya mata air di Sulawesi Tenggara yang terletak di ibu kota kabupaten, sehingga kelestariannya sangat penting untuk masa depan.
Anggota DPRD Sulawesi Tenggara, La Ode Marshudi, juga menyatakan dukungannya terhadap upaya penaikan status hutan Jompi. Ia berjanji akan menindaklanjuti rencana tersebut dan akan bertemu dengan Gubernur Sulawesi Tenggara untuk membahas administrasi penaikan status kawasan.
“Setelah hutan Jompi menjadi kawasan konservasi, seluruh DAS wilayah hutan konservasi harus dijaga bersama, mulai dari Kecamatan Loghia, Kontunaga, hingga Watuputih,” ujar Marshudi. (A)
Penulis: Putri Wulandari
