Terkait kompensasi nelayan, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) ini menginginkan, pihak perusahaan memberikan imbalan yang layak pada 40 lebih nelayan di Lelewawo atas rusaknya mata pencaharian mereka.

"Informasinya nelayan diberi konperensi Rp 25 juta per bulan. Kami tidak per bulan lagi, tapi pertongkang. Kalau lebih dari 40 nelayan yang sudah kehilangan mata pencaharian diberi uang segitu berapa ratus ribu saja mereka dapat per bulan," ujarnya.

Selain itu, rusaknya sumber air bersih bagi masyarakat setempat juga mendapat atensi Dewan Kolaka Utara ini. Kata dia, Informasi dari masyarakat air yang dikonsumsi di Desa Lelewawo mulai tercemar aktivitas pertambangan.

Termasuk pembenahan aliran lumpur dari aktivitas PT TMM yang masuk ke badan jalan nasional, khususnya ruas jalan Mosiku ke Tetebao.

"Air itu dulunya tidak pernah tercemar. Kalau jalan nasional ini, kami lihat sudah dilakukan pembenahan namun belum maksimal," tukasnya.