Pidato itu kemudian menyebar luas karena cara penyampaiannya yang tidak lazim di forum parlemen. Seorang anggota parlemen Malaysia berbicara langsung kepada presiden negara lain, dalam bahasa daerah yang dipahami presiden tersebut, di tengah sidang resmi. Kombinasi antara forum formal, bahasa yang personal, dan isu lintas batas itulah yang membuat video pidato Kalam cepat menjadi perbincangan publik di kedua negara.

Pemerintah Indonesia merespons

Pemerintah Indonesia merespons pidato Kalam pada Kamis (22/10/2026) di Jakarta Pusat lewat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono. Ia menyatakan Indonesia memahami keresahan yang dirasakan Malaysia, karena Indonesia sendiri merasakan dampak langsung kebakaran hutan dan lahan tersebut.

Sugiono juga menyampaikan terima kasih atas iktikad baik negara-negara tetangga yang hendak membantu Indonesia. Ia menyebut komunikasi dan koordinasi dilakukan melalui berbagai jalur, termasuk jalur diplomatik dan hubungan langsung antarkepala negara, sementara di sisi teknis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengambil langkah koordinasi untuk menangani situasi tersebut.

Video pidato tersebut diunggah akun 20detik dan menjadi perbincangan karena pilihan bahasanya yang tidak biasa di forum parlemen Malaysia. Hingga artikel ini diterbitkan, belum ada tanggapan langsung dari Presiden Prabowo sendiri atas pidato Kalam tersebut.