Akibat tidak melaut kata Majid, mereka pun harus pandai mengatur kebutuhan sehari-hari.

"Pintar-pintarnya saja, kalau terpaksa kita ikat perut nda apa-apa, dari pada kita paksakan melaut nyawa taruhannya," tambahnya.

Baca Juga: Minyak Goreng Mahal dan Langka, Disperindag Konawe: Kurangi Penggunaan Minyak, Beralih Masakan Rebusan

Sekitar 100 meter nalayan lain. Anto mengatakan, hal ini memang tiap tahun sering terjadi untuk mengisi kekosongan tidak melaut sebagian besar nelayan memperbaiki jaring dan kapalnya.

"Kita harap angin kencang seperti ini tidak lama," katanya.