KENDARI, TELISIK.ID - Angin kencang yang terjadi di Kota Kendari berimbas pada aktivitas nelayan untuk melaut. Hal itu disebabkan gelombang tinggi di perairan laut Sulawesi Tenggara.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari mencatat saat ini telah terjadi peralihan dari angin timuran menjadi angin baratan dengan kecepatan yang cenderung lebih tinggi dari biasanya.
Hal ini disebabkan adanya pusat-pusat tekanan rendah di wilayah Sulawesi Tenggara khususnya wilayah tengah dan selatan.
"Dimana kita ketahui secara alamiah angin akan bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah," ungkap Prakirawan BMKG Kendari, Rino Indra Natsir, Sabtu (24/12/2022).
Untuk wilayah Kendari yang biasanya kecepatan angin berkisar 5-15 knot (10-30 km/jam) saat ini cenderung meningkat hingga 20-25 knot (40-50 km/jam).
