SURABAYA, TELISIK.ID - Pandemi COVID-19 di Jatim yang tak kunjung berkurang menjadi penyebab tingginya angka penduduk miskin di Jatim selama tahun 2020 kemarin.
Dari data Badan Pusat Statistik Jatim diketahui hingga September 2020, jumlah penduduk di Jatim mencapai 11,46 persen dari jumlah penduduk yang ada. Jumlah tersebut ada peningkatan 1,26 persen dibanding tahun 2019 lalu.
“Pandemi COVID-19 menjadi pemicunya yang berimbas pada lainnya. Antara lain aktivitas perekonomian terganggu karena masyarakat banyak melakukan aktivitas di rumah. Ada penurunan mobilitas penduduk,” ungkap Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiawan saat rilis via virtual BPS Jatim, Senin (15/2/2021).
Baca juga: Pemkab-BNNK Muna Komitmen Berantas Narkoba
Dadang mengatakan, dari data tersebut juga menunjukkan bahwa penurunan mobilitas penduduk tertinggi di sejumlah tempat di Jatim terjadi pada April. Baik di tempat perdagangan ritel dan hiburan, tempat belanja kebutuhan sehari-hari, dan taman.
