Wanita yang juga Ketum Muslimat NU ini mengatakan, sister city tersebut perlu dilakukan, mengingat PDRB Kota Surabaya menyumbang 24,11 persen terhadap PDRB Jawa Timur.

Sementara PDRB Jatim sendiri menyumbang 14,67 persen terhadap PDRB Nasional. Oleh sebab itu, ia meminta agar apa yang telah dicapai Kota Surabaya untuk tetap dipertahankan, dan bahkan lebih ditingkatkan lagi.

"Ini menjadi bagian yang penting, ini tidak boleh ada pelemasan atau pelemahan. Jadi semua harus pada proses percepatan untuk membangun kebangkitan ekonomi di Jawa Timur, terutama episentrumnya dan yang menjadi sentra ini adalah Surabaya," jelasnya. (B)

Reporter: Try Wahyudi Ari Setyawan

Editor: Fitrah Nugraha