Itulah mengapa, mengamati kondisi ini, maka tak elok rasanya, bila garis kemiskinan itu ada, namun tak ditopang dengan sejumlah kebijakan nyata dari negara.
Dalam artian, rakyat tak dibantu dan diupayakan agar mendapat lahan untuk meraup pendapatan, sehingga mereka dapat memperoleh pemasukan hingga akhirnya mampu berbelanja atau menjangkau pengeluaran. Bukankah kita sama-sama menginginkan agar kemiskinan itu tiada?
Kelirunya Paradigma Kapitalisme Atas Kemiskinan
Di dalam cara pandang sistem ekonomi kapitalis dunia, golongan miskin ialah mereka yang memiliki pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan yang telah ditentukan. Ironisnya, sistem kapitalisme tak memperdulikan, apakah ada akses bagi rakyat untuk memperoleh pendapatan atau tidak? Hal ini hilang dari sistem ini.
Karena sumber-sumber kekayaan alam yang sejatinya menjadi urat nadi kehidupan umum (baca: rakyat) diserahkan kepada pihak swasta untuk dikelola dan bahkan dikuasai. Jadilah rakyat berdikari mencari sendiri pekerjaan yang ada. Yang nilainya tak seberapa, bahkan habis dalam beberapa masa.
