KONAWE, TELISIK.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe mengungkapkan bahwa angka prevalensi stunting di daerah ini turun dari 28 persen menjadi 27 persen dalam periode 2024.

Penurunan angka prevalensi stunting ini dinilai sebagai keberhasilan dalam upaya mendukung program pemerintah Indonesia untuk menurunkan stunting secara nasional.

Sementara itu, data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) menunjukkan capaian sebesar 4,27 persen hingga Juli 2024, yang sudah melampaui target 4 persen di tahun 2024.

“E-PPGBM merupakan sistem elektronik yang digunakan untuk mencatat dan melaporkan data gizi masyarakat secara berkala, yang diinput oleh pengelola gizi di tiap Puskesmas setiap bulan,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, drg. Mawar Taligana, Kamis (5/9/2024).

Mawar mengingatkan masyarakat untuk memahami perbedaan antara data survei dan data E-PPGBM. Secara nasional, angka stunting berdasarkan data E-PPGBM adalah 18 persen.