Baca Juga: Target Penurunan Stunting, ASN Baubau Dibekali Program Genting dari BKKBN Sulawesi Tenggara

Asari menjelaskan bahwa hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti terbatasnya ketersediaan air bersih, buruknya sanitasi, dan kondisi rumah yang tidak layak huni, terutama untuk lebih dari satu kepala keluarga.

Di dua kecamatan tersebut, masalah-masalah tersebut masih menjadi isu utama, terutama terkait dengan ketersediaan air bersih.

Di Kecamatan Batu Atas, hanya 32 kepala keluarga yang mengonsumsi air mineral isi ulang, sementara sisanya mengandalkan air hujan sebagai pengganti air tawar, mengingat sumber mata air di daerah tersebut memiliki cita rasa payau bahkan asin.

“Di Batu Atas sudah dua kali gagal proyek akibat kekurangan pasokan air bersih,” tambahnya.