Meski secara keseluruhan mengalami penurunan, Achmad menyebutkan Kecamatan Batu Atas masih menjadi penyumbang angka stunting tertinggi di Buton Selatan sepanjang tahun 2026.
Pemicunya cukup beragam, mulai dari faktor kondisi geografis, sanitasi air bersih yang minim, serta keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan (faskes) di beberapa desa menjadi kendala utama di wilayah tersebut.
“Kecamatan Batu Atas mencatatkan angka tertinggi. Ada beberapa faktor pemicunya," tambahnya.
Oleh sebab itu, Dinkes Buton Selatan mulai membangun Puskesmas Pembantu (Pustu) di desa-desa yang memiliki akses sulit menuju Puskesmas induk. Pemkab Buton Selatan berkomitmen untuk terus menjaga sinergi antarinstansi dan memperluas intervensi gizi terpadu.
Langkah berkelanjutan ini diharapkan tidak hanya mempertahankan capaian yang ada, tetapi juga mampu mewujudkan generasi Buton Selatan yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting di masa depan. (C)
