Baca Juga: BKKBN Sulawesi Tenggara Galakkan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Bombana

Menurut Muh Rasman Manafi, angka stunting di Kota Baubau mengalami peningkatan pada tahun 2023. Namun, model perhitungan pada tahun 2024 sudah berbeda, sehingga tidak dapat dibandingkan langsung. Fokus penanganannya bukan pada angka stunting, tetapi pada variabel mana yang akan diintervensi. Oleh karena itu, tim harus memahami variabel-variabel yang relevan.

Dari data monitoring hasil intervensi serentak percepatan penurunan stunting 2024, yang dipaparkan berdasarkan hasil survei kesehatan Indonesia 2023, Kota Baubau pada tahun 2021 berada pada angka 27,1 persen, turun menjadi 26,0 persen pada tahun 2022, dan naik drastis menjadi 29,7 persen pada tahun 2023.

Baca Juga: BKKBN Sulawesi Tenggara Sasar Remaja Wakatobi Genjot Penurunan Stunting

Untuk data balita stunting 2024 periode Januari, jumlah bayi stunting mencapai 542 dengan persentase 7,9 persen. Pada Februari, jumlahnya meningkat menjadi 583 bayi dengan persentase 8,0 persen. Pada Maret, jumlah bayi stunting tercatat 416 dengan persentase 8,7 persen. Pada April, jumlah bayi mencapai 573 dengan persentase 8,6 persen. Pada Mei, jumlah bayi mencapai 563 dengan persentase 8,1 persen.