Terakhir, Sulkarnain mengaku, pekerjaan rumah (PR) Kota Kendari saat ini yakni terkendala akses air bersih. Kata dia, dengan dukungan dari pemerintah provinsi bisa membawa kontribusi yang lebih besar dalam percepatan penurunan stunting.

Baca Juga: Stunting di Sultra Tertinggi Kelima Indonesia, BKKBN Gelar Sosialisasi RAN PASTI

Selain itu Deputi Bidang Latbang BKKBN, Prof Muhammad Rizal Martua Damanik mengungkapkan, Kota Kendari merupakan kota dengan prevalensi stunting terendah di Provinsi Sulawesi Tenggara.

"Meskipun masih tinggi tapi kami apresiasi upayanya, semoga ke depannya lebih menurun lagi," kata Rizal Martua (B)

Reporter: Ruliawan Putra Utama