KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Kasus stunting di Kabupaten Kolaka Utara mengalami lonjakan signifikan dalam setahun terakhir. Berdasarkan angka Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), terjadi peningkatan sebesar 7 persen yang mana 5.051 keluarga berstatus berisiko.

Data SSGI menunjukkan, prevalensi stunting di Kolaka Utara sempat mengalami penurunan sebesar 4,3 persen dari angka 29,1 persen pada 2021 menjadi 24,8 persen pada 2022. Namun pada 2023, terjadi lonjakan sebesar 7 persen atau naik menjadi 31,8 pada 2023.

Lonjakan tersebut direspons Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kolaka Utara dengan me-launching program kegiatan bulan sensus stunting. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam upaya menekan angka stunting di Kolaka Utara.

Menurut Penjabat Bupati Kolaka Utara, Sukanto Toding, secara nasional meningkatnya angka stunting di Kabupaten Kolaka Utara sebesar 7 persen atau 31,8 persen dibanding tahun 2022 merupakan kabar buruk sekaligus mengkhawatirkan.

“Angka stunting yang meningkat sebesar 7 persen ini merupakan berita buruk yang menjadi latar belakang kita berkumpul di sini," ujarnya.