Untuk itu, Alumnus Urban Studies Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS), Erasmus University Rotterdam ini, bersama semua pihak terkait dalam sebulan ke depan bakal melakukan survei (mencari data) stunting dan memastikan metodologi penanganan yang tetap.
"Kesuksesan program ini membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, DPRD, kepolisian, Bappeda, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Kesehatan, dan para camat. Kami harus bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan ini,” tegasnya.
Sukanto Toding berharap pelaksanaan bulan sensus stunting dapat memberikan data akurat sehingga pemerintah daerah mampu menyusun strategi efektif untuk mengatasi masalah stunting di bumi Patowonu
Baca Juga: Pemkot Kendari Gencar Tangani Stunting
"Kita berharap pelaksanaan Bulan Sensus Stunting dapat memberikan dampak positif dalam upaya penurunan angka stunting di Kolaka Utara, menciptakan generasi muda yang sehat dan produktif untuk masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
