“Dulu kami satu grup besar di Malioboro, tapi sekarang aturan sudah lebih ketat. Bahkan merokok pun tidak boleh. Akhirnya kami berpencar,” ucap Agus, salah satu anggota Angklung Sedulur.
Selain Agus, grup ini juga terdiri dari Soleh, Putra, dan Udin. Mereka berempat sudah dua tahun terakhir berkeliling ke berbagai kota di Indonesia, seperti Makassar dan Bitung (Sulawesi Utara).
“Kami biasa mulai dari jam 7 pagi, keliling dari Pasar Korem ke Pasar Lawata, sampai sore,” ucap Soleh, sambil memperbaiki posisi angklung yang digantung di dadanya.
Menurut Putra, masyarakat di pasar menyambut kehadiran mereka dengan cukup baik. Banyak yang sekadar tersenyum, tak sedikit pula yang memberi saweran.
Baca Juga: Derita Warga Tunggala Kendari, Langganan Banjir Lumpur Tanpa Perhatian Serius Pemerintah
