Kemudian, pelaku lainnya berinisial BS menyiram korban dengan bensin dan menembak dada korban dengan menggunakan senapan angin sebanyak dua kali serta melempar batu ke arah korban sebanyak 3 kali.
"Jadi, di saat korban sudah lemas tak berdaya, pelaku lainnya berinisial SS menyulut api dengan korek ke arah korban. Kemudian membakar dengan kayu yang telah dililit kain lalu membakar pondok. Selanjutnya EDS juga melempari dengan batu dan mengatakan bakar bakar," urainya.
Selanjutnya, MHS melempari korban dengan batu. Dia juga yang mengambil handphone milik korban.
"Jadi, delapan pelaku memiliki perannya masing-masing. Kesemuanya ditangkap tanpa perlawanan," sambung Hadi.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menambahkan bahwa pelaku memiliki dendam dengan korban. Bahkan pelaku pernah berkelahi dengan korban.
