Saat dihampiri oleh Telisik.id, Ia berusaha untuk tersenyum, namun rasa perih dan kecewa masih terlihat di guratan wajahnya. Dia mencoba menceritakan kronologis kejadian yang menimpanya.
"Saya sama RO tinggal satu kampung, hanya dia tinggal di Desa Moara, Kecamatan Kapoiala. Kami telah menjalin hubungan hampir satu tahun. Dan baru beberapa bulan kami bertunangan. Tinggal menunggu waktu yang baik saja untuk melangsungkan pernikahan," ungkapnya sambil membasuh air mata dan mengusap mata kirinya yang masih bengkak dan terasa nyeri.
"Saya berusaha bertahan walau saya sudah tau dia orangnya kasar dan sering mabuk serta pencemburu. Semua perilakunya saya tutupi pada orangtua saya. Namun kejadian yang menimpa saya ini tidak dapat lagi saya tutupi dan telah diketahui orangtua dan keluarga saya," tambahnya.
Baca juga: Bocah Silver di Medan Tewas Ditabrak Mobil Dump Truk, Sopir Melarikan Diri
FA menceritakan, kejadian penganiayaan tersebut bermula saat dia sedang bersantai bersama sepupu-sepupunya di lapangan eks MTQ Senin malam (31/8/2020). Saat hendak pulang, di parkiran RO tiba-tiba muncul dan langsung membonceng FA menuju Pasar Lawata, sambil terus mengomel dan menanyakan kenapa FA keluar bersama RU. RU adalah salah satu sepupu FA.
