Untuk pertama kalinya, menurut Anies, dirinya bersama Cak Imin menemukan keluhan di berbagai tempat berupa kekhawatiran pemilu bisa dilaksanakan secara jujur dan adil.

“Kekhawatiran-kekhawatiran seperti itu sebelumnya tidak pernah ada, tapi itu sesungguhnya panggilan tugas bagi semua alumni pergerakan mahasiswa, kita harus ambil tanggung jawab,” tegas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.  

Anies mengajak seluruh mantan aktivis mahasiswa terlibat langsung menyelamatkan demokrasi Indonesia dan memastikan proses demokrasi berjalan baik.

Menyinggung duetnya dengan Cak Imin sebagai mantan aktivis mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM), Jogjakarta, yang getol menyuarakan kepentingan masyarakat, Anies mengaku banyak pengamat politik yang tidak menyangka bahwa pasangan ini kemudian lebih dikenal dengan singkatan AMIN.

Dia pun tak memungkiri bahwa sampai akhir Agustus 2023 tidak ada prediksi dengan pasangan AMIN ini. “Namun, ketika (pasangan AMIN) itu muncul itu mengejutkan bagi berbagai pihak, ada kegoncangan di sana-sini. Mungkin itu yang dibutuhkan, kegoncangan yang membawa perubahan,” imbuhnya.