Cak Imin tak menampik bahwa HMI berperan besar dalam menentukan masa depan Indonesia dengan mendukung AMIN. “Insyaallah, tanda-tanda zaman HMI akan mewarnai dan menentukan masa depan Indonesia,” imbuhnya.
Salah satu deklarator deklarasi dukungan Keluarga Besar HMI, Abdullah Hehamahua menceritakan, dukungan kepada pasangan AMIN didasari pada kondisi Indonesia yang sembilan tahun terakhir sudah dikuasai oleh oligarki.
“Sehingga tidak ada pilihan lain harus perubahan dan kita masuk pada Orde Perubahan. Orde Perubahan yang akan dipimpin Anies (dan Cak Imin) 2024-2029 harus menyelesaikan lima PR (pekerjaan rumah, red) yang diwariskan oleh Presiden yang sekarang (Joko Widodo),” tegas mantan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI periode 1979-1981 ini.
Lima pekerjaan rumah yang dimaksud Hehamahua yakni krisis dalam upaya pemberantasan korupsi, narkoba, krisis pendidikan etika dan moral di dalam keluarga, krisis penegakan hukum, dan krisis identitas.
Menjelang Pemilu 2024, mantan penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini menyebut adanya krisis kepemimpinan sebagai krisis yang lebih dahsyat. Dia menyebut seorang pemimpin yang menjadikan negara layaknya seperti rumah dan perusahaan pribadi.
