“Sehingga tidak cukup istri, tidak cukup adik ipar, tidak cukup anak, tidak cukup mantu harus menjadi penguasa. Krisis kepemimpinan ini harus diubah,” kritik Hehamahua.
Baca Juga: Kaesang Ajak Milenial Kota Kendari Gabung PSI Meski Kurang Pengalaman Politik
Melihat kondisi ini, Hehamahua menegaskan bahwa pasangan AMIN harus memenangi Pilpres 2024. Dia kemudian menyeru seluruh komponen pendukung pasangan AMIN untuk melawan kecurangan.
“Dalam teori militer dikenal dengan istilah ‘to kill or to be killed’ (membunuh atau dibunuh). (Pemilu) 2024 itu akan berlaku. Daripada dibunuh, membunuh,” katanya mengingatkan, tanpa menjelaskan lebih lanjut kalimat tersebut.
Hehamahua juga mengingatkan suasana psikologis yang sedang dihadapi Presiden Jokowi dan kabinetnya yang disebutnya serba pusing dan pening karena penjara menanti mereka.
